Asahan – Kegiatan adat kenduri 7 tahunan "Buka Tutup Bondang dan Zikir/Ratib" Obat Kampung Silau Laut Tahun 2026 berlangsung khidmat di Belakang Mesjid Raya Ar Rahman Syech Silau Laut, Desa Silau Lama, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, pada Selasa (07/07/2026) sekira pukul 14.30 hingga 16.30 WIB.
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, keamanan, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat Kecamatan Silau Laut ini berlangsung aman dan lancar. Kapolsek Air Joman AKP Rekman Sinaga, S.H., M.H. dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kanit Binmas Aiptu Mahmudin. Turut hadir pula Camat Silau Laut Utomo, S.Ag, Danramil 07/Air Joman Kapten Rixon Damanik, para Kepala Desa dan Kepala Dusun se-Kecamatan Silau Laut, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Acara dibuka secara resmi oleh protokol dan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan jeruk air tepung tawar sebagai bagian dari rangkaian ritual adat.
Dalam arahannya, Pemangku Adat Silau Laut, H. Ibrahim Ali Bin Syech Muhammad Ali Silau Laut Bin Syech H. Abdurrahman Silau Laut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi yang telah diwariskan sejak pertama kali Kampung Silau Laut dibuka. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT serta berdoa bersama agar Kecamatan Silau Laut senantiasa terhindar dari segala macam musibah. Tradisi yang dilaksanakan setiap 7 tahun sekali ini juga diisi dengan penyembelihan kambing hitam sebagai jamuan serta ayam kampung yang kemudian disantap bersama seluruh masyarakat yang hadir.
Sementara itu, Camat Silau Laut Utomo, S.Ag menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan aman dan lancar. Pemerintah Kecamatan Silau Laut menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi ini sebagai upaya merawat dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan dukungan yang lebih optimal.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kafiat Kulhu, Tahtim, Tahlil, dan Doa bersama, diikuti makan bersama, prosesi mandi tepung tawar, hingga penutupan acara.
Kehadiran unsur Polri dan TNI dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap pelestarian budaya dan adat istiadat masyarakat, sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya acara.
