Asahan — Personel Polsek Air Joman Polres Asahan melaksanakan kegiatan monitoring kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah hukum Polsek Air Joman pada Minggu (10/05/2026) sekira pukul 09.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan monitoring dilaksanakan di Jalan Protokol Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, tepatnya di depan SPBU 14.212.291 guna memastikan situasi distribusi dan pengisian BBM berjalan aman, lancar, serta mengantisipasi adanya penyalahgunaan BBM subsidi.
Personel yang melaksanakan kegiatan yakni AIPDA Andri Aruan selaku Ka SPK, AIPDA Dedi Indrawan, dan AIPTU Rudi Hairlan dari Unit Reskrim Polsek Air Joman.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok BBM serta aktivitas masyarakat di SPBU guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan BBM akibat adanya perbedaan harga antara BBM industri dengan BBM subsidi untuk masyarakat.
Hasil monitoring menunjukkan situasi pengisian BBM di SPBU 14.212.291 Jalan Protokol Binjai Serbangan berjalan lancar dan tidak terjadi antrean maupun kemacetan kendaraan di sekitar lokasi.
Adapun stok BBM yang tersedia di SPBU tersebut pada Minggu, 10 Mei 2026, yakni Pertamax sebanyak 5.814 liter, Pertalite 22.099 liter, Dexlite 4.877 liter, dan Pertamax Turbo 7.867 liter, sementara Biosolar dalam kondisi kosong.
Selain itu, pihak SPBU juga telah merencanakan permintaan penambahan stok BBM untuk tanggal 11 Mei 2026 berupa Pertalite sebanyak 24 KL, Biosolar 16 KL, dan Pertamax 8 KL.
Kapolsek Air Joman AKP Rekman Sinaga, SH., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk pengawasan dan pelayanan Polri kepada masyarakat guna memastikan distribusi BBM berjalan aman serta tepat sasaran.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
