ASAHAN – Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani menghadiri kegiatan Pesta Adat Tuan Syech Silau Laut “Hari Raya Memoncak” yang digelar di halaman makam Tuan Syech Silau Laut (H. Abdurrahman Urrahim), Dusun VI, Desa Silo Lama, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Bupati Asahan yang diwakili Asisten III Drs. Muhilli Lubis, perwakilan Wali Kota Tanjungbalai, unsur TNI-Polri, pemangku adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para mahasiswa internasional dari Thailand.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Asahan hadir didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Asahan serta Kapolsek Air Joman. Kehadiran Kapolres menjadi bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian budaya lokal serta mempererat hubungan dengan masyarakat.
Pesta adat “Hari Raya Memoncak” sendiri merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung selama 141 tahun dan diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi para pendekar sekaligus sarana pelestarian budaya masyarakat Melayu di wilayah pesisir Asahan.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh protokol, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh pemangku adat Silau Laut, serta peragaan pencak silat yang menjadi ciri khas kegiatan tersebut. Selain itu, juga disampaikan sambutan dari berbagai pihak, termasuk pemangku adat dan perwakilan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, pemangku adat menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan serta mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah dan aparat keamanan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan pelestarian nilai-nilai budaya.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Asahan menyampaikan bahwa kegiatan adat seperti ini sangat penting dalam menjaga identitas budaya daerah dan diharapkan dapat terus dilestarikan oleh generasi mendatang.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pemasangan tanjak oleh Kapolres Asahan kepada pemangku adat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya setempat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, makan bersama, serta penampilan kembali pencak silat. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai pada pukul 14.30 WIB.
