Humas Polres Asahan – Kepolisian Resor (Polres) Asahan melalui Polsek Kota Kisaran bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat Call Center 110 terkait dugaan ancaman menggunakan senjata tajam di Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Selasa (28/10/2025).
Laporan tersebut diterima pukul 17.20 WIB dari seorang warga bernama Medy Sianipar, yang melaporkan bahwa dirinya mendapat ancaman dengan senjata tajam dari anak kandungnya sendiri.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Pos Yan Meranti yang terdiri dari IPDA Kameda Sugari, S.H. (Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran), AIPTU Rudianto (Bhabinkamtibmas Desa Gajah), AIPTU S. Manurung (Kapos Meranti), dan AIPDA Irwansyah, langsung menuju lokasi kejadian di Dusun VIII, Desa Gajah, Kecamatan Meranti.
Sesampainya di lokasi, petugas bersama Kepala Dusun VIII, Donal Simanjuntak, melakukan upaya mediasi antara pelapor Medy Sianipar dan anaknya Agus Silalahi. Namun, upaya mediasi di tempat kejadian sempat belum membuahkan hasil.
Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, petugas kemudian membawa kedua belah pihak ke Polsek Kota Kisaran sekitar pukul 19.40 WIB untuk dilakukan mediasi lanjutan. Dalam pertemuan tersebut, akhirnya kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan menandatangani surat pernyataan perdamaian yang disaksikan oleh petugas dan perangkat desa setempat.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.M., mengapresiasi respons cepat anggota di lapangan dan menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta menjadi penengah dalam setiap persoalan sosial agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujar Kapolres.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan program Polres Asahan yang Presisi, siap mengamankan seluruh agenda Kamtibmas tahun 2025.
